Friday, June 1, 2018

VIDEO AJAR SKILL LAB NGT


VIDEO AJAR SKILL LAB NGT

https://www.youtube.com/watch?v=uC2CjLbMK3Q

Setelah mempelajari video ini, maka saya mendapatkan bahwa....

  1. Stefania Marlina Cono: Dari video ini selain melihat pemasangan ngt yang benar saya juga baru mengetahui bahwa pada pemasangan ngt posisi pasien harus semifowler dan apabila pasien tidak bias menelan dapat dibantu dengan memberikan air yang ada pada gelas 
  2. Jean Nadya Pracitaningrum : “Saya baru mengetahui ternyata saat pemasangan NGT kalau pasien sulit menelan dapat diberikan air mineral untuk membantu pasien agar dapat menelan”
  3. Wiyogo:  dari video ini saya jadi tahu apa saja Indikasi pemasangan NGT : dekompresi, tidak sadar untuk masukan makanan dan obat, diagnostik apakah masi ada pendarahan di lambung 
  4. Marliani Hanifah Mahmud : Saya baru mengetahui bahawa sebelum pemasangan NGT harus di siapkan basin emesis. Sebelumnya saat belajar di skills lab Cuma disambung cangkir NGT di hujung selang NGT.
  5. Raymond Gun: saya baru tahu tujuan penggunaan NGT salah satunya adalah sebagai upaya dekompresi pada kasus pankreatitis akut dan ileus. 
  6. Nadia Syahirah: Saya jadi tahu dengan pemasangan NGT ia juga merupakan tindakan diagnostik terutam untuk melihat ada atau tidak perdarahan lambung
  7. Dian Priscilla Rantetoding: Saya baru tau bahwa tujuan memasang NGT bisa untuk keperluan diagnostik contohnya untuk mengetahui adanya perdarahan di lambung 
  8. Stellon Salim: Saya baru tau bahwa tujuan memasang NGT bisa untuk keperluan diagnostik contohnya untuk mengetahui adanya perdarahan di lambung 
  9. Nur Ayuni: Saya baru tahu bahwa indikasi NGT juga adalah untuk dekompresi dan keluarkan cairan dari isi lambung serta diagnostik unutk melihat masih ada perdarahan dari isi lambung.
  10. Nur Amira: “belum ada komentar”

VIDEO AJAR USG PENYAKIT DALAM


VIDEO AJAR USG PENYAKIT DALAM

https://www.youtube.com/watch?v=Y0abd8Snoiw&t=2s

  1. Wiyogo:  saya jadi tahu gambaran usg pada penyakit
      • Melena ec sirosis hepatis: permukaan tidak rata dan ireguler, vena porta melebar
      • Hidronefrosis ec ca cervix: ca cervix menekan ureter
      • Ckd ec ginjal polikistik: ginjal kistik dengan berbagai ukuran
      • Dispepsia dbd dengan plasma leakage: GB wall thickening, ascites
      • Abses hati: massa sol berdiameter 5cm
      • Asites ec tb peritoneum: asites dengan septa2
      • Kolelitiasis multiple: batu multiple di gallbladder
  1. Stefania Marlina Cono: Dari video ini saya dapat tahu fungsi penggunaan usg untuk ilmu penyakit dalam antara lain usg pada icterus untuk menyingkirkan kolestasis ekstrahepatik, pada sakit pinggang untuk menemukan hidronefrosis atau nefrilitiasis dan pada demam lama untuk mencari abses intraabdomen atau pembesaran KGB para aorta. 
  2. Nur Ayuni: Saya baru tahu bahwa pasien dengan keluhan melena dilakukan USG abdomen untuk mengetahui ada tidaknya sirosis hati. Bacaan sirosis hati pada USG adalah permukaan hepar tidak rata, struktur hepar kasar dan ada kelainan pada vena porta atau vena hepatitis. Saya juga baru mengetahui kasus abses hati hasil USG adalah ditemukan sol berukuran 5cm.
  3. Raymond Gun: Dalam video ini, saya dapat melihat kelainan pada organ abdomen yang bermasalah pada pasien yang sedang diperiksa. 
  4. Marliani Hanifah Mahmud : Ternyata hematemesis melena ada pelbagai penyebab dan bisa dikonfimasi dengan USG Hepar.
  5. Dian Priscilla Rantetoding: Saya baru tahu bahwa hidronefrosis bisa disebabkan oleh ca servix yang menekan ureter
  6. Stellon Salim: Saya baru tahu bahwa hidronefrosis bisa disebabkan oleh ca servix yang menekan ureter Nadia Syahirah: Ternyata USG dapat memberikan diagnostik. Dengan berbagai kasus yang ditampilkan di video, kita jadi tahu contoh penampakan di USG sesuai dengan keluhan dan sakit dialami pasien.
  7. Nur Amira: “belum ada komentar”
  8. Jean Nadya Pracitaningrum : ““Dari video ajar dokter suzan mengenai ujian minicex, dops, cbd, dan osler saya jadi lebih mudah memahami bagaimana cara melaksanakan ujian-ujian tersebut. Video video ajar dokter suzan yang lain juga sangat membantu mahasiswa dalam mengerti dan memahami bagaimana memasang infus dan NGT dengan baik dan sesuai prosedur, bagaimana melakukan phlebotomy, dan apa aja saja indikasi-indikasi tindakan tsb. Melalui video ajar dokter suzan belajar dan menghafal jadi lebih mudah. Terimakasih dokter suzan”

VIDEO AJAR BEDSIDE TEACHING EKSTREMITAS


VIDEO AJAR BEDSIDE TEACHING EKSTREMITAS

https://www.youtube.com/watch?v=ZNeEIP8gIQo&t=155s



  1. Marliani Hanifah Mahmud : Saya baru tahu adanya pemeriksaan balotemen sendi lutut.
  2. Wiyogo:  saya baru tahu jikalau ada pemeriksaan balotemen pada sendi lutut. 
  3. Stellon Salim: Saya baru tahu terdapat pemeriksaan balotement pada sendi 
  4. Nur Ayuni: Saya baru tahu cara melakukan pemeriksaan balotemen pada genu yang benar.
  5. Raymond Gun: Saya baru mengetahui adanya pemeriksaan balotemen pada lutut pasien. 
  6. Nadia Syahirah: Sy mengetahui cara yang benar memeriksa krepitasi pada sendi lutut
  7. Dian Priscilla Rantetoding: Saya baru tahu bahwa bedside teaching bisa langsung melakukan tindakan terhadap pasien
  8. Nur Amira: “belum ada komentar” 
  9. Stefania Marlina Cono: Dari video ini saya dapat mengetahui bahwa tujuan dari bedside teaching adalah kita langsung belajar penanganan pasien sesuai kasusnya mulai dari evaluasi anamnesis, pf, laboratorium yang benar dari kasus itu. Dari video ini saya juga dapat melihat bagaimana keadaan yang dikatakan sebagai flapping tremor.
  10. Jean Nadya Pracitaningrum : ““Dari video ajar dokter suzan mengenai ujian minicex, dops, cbd, dan osler saya jadi lebih mudah memahami bagaimana cara melaksanakan ujian-ujian tersebut. Video video ajar dokter suzan yang lain juga sangat membantu mahasiswa dalam mengerti dan memahami bagaimana memasang infus dan NGT dengan baik dan sesuai prosedur, bagaimana melakukan phlebotomy, dan apa aja saja indikasi-indikasi tindakan tsb. Melalui video ajar dokter suzan belajar dan menghafal jadi lebih mudah. Terimakasih dokter suzan”

VIDEO AJAR BEDSIDE TEACHING ABDOMEN


VIDEO AJAR BEDSIDE TEACHING ABDOMEN

https://www.youtube.com/watch?v=VULr4_9Hr8Q&t=62s

Setelah mempelajari video ini, maka saya mendapatkan bahwa....
  1. Nur Ayuni: Saya baru tahu bahwa pada pemeriksaan fisik perkusi, shifting dullness positif dikarenakan asites pada sirosis hati disebabkan oleh hipoalbuminemia, hipertensi portal dan hiperaldosteronisme. Saya juga baru tahu pada pemeriksaan darah rutin didapatkan pansitopenia yaitu Hb, leukosit dan trombosit menurun karena hipertensi portal yang menyebabkan kongestif limpa kemudian berkelanjutan menjadi hipersplenisme.
  2. Wiyogo:  dari video ini saya jadi mengerti bagaimana pemeriksaan fisik abdomen, seperti penarikan nafas untuk meraba limpa karena diafragma dapat turun dan mendorong limpa.
  3. Stellon Salim: Saya baru tahu pemeriksaan flapping tremor
  4. Marliani Hanifah Mahmud : Saya melihat bagaimana Bedside teaching yang efektif dan berkesan dilakukan. Walaupun saya hanya melihat video namun saya merasa sudah memahami bahan bedside teaching yang ingin disampaikan. Ternyata USG adalah PP utama dalam sirosis hepatis.
  5. Raymond Gun: Bedside Teaching: Saya baru mengetahui bahwa bedside teaching dalam bahan pengajaran ini untuk belajar pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang dan tatalaksana kepada pasien dengan gambaran klinis sirosis hepatikum. 
  6. Stefania Marlina Cono: Dari video ini saya memahami bahwa nantinya pada bedside teaching akan dilakukan pemahaman pada satu kasus pasien secara keseluruhan mulai dari pf, laboratorium dan tindakan yang akan dilakukan. 
  7. Nadia Syahirah: bed side teaching dilakukan di video ini amat berkesan dan mudah dihadam
  8. Dian Priscilla Rantetoding: Saya baru tahu bahwa bedside teaching adalah bagaimana mahasiswa belajar cara anamnesis pemeriksaan fisik dan evaluasi langsung dari kasus bukan teori
  9. Nur Amira: “belum ada komentar”
  10. Jean Nadya Pracitaningrum : ““Dari video ajar dokter suzan mengenai ujian minicex, dops, cbd, dan osler saya jadi lebih mudah memahami bagaimana cara melaksanakan ujian-ujian tersebut. Video video ajar dokter suzan yang lain juga sangat membantu mahasiswa dalam mengerti dan memahami bagaimana memasang infus dan NGT dengan baik dan sesuai prosedur, bagaimana melakukan phlebotomy, dan apa aja saja indikasi-indikasi tindakan tsb. Melalui video ajar dokter suzan belajar dan menghafal jadi lebih mudah. Terimakasih dokter suzan”

VIDEO AJAR UJIAN OSLER


VIDEO AJAR UJIAN OSLER

https://www.youtube.com/watch?v=lMaFNg9t2io&t=39s

Setelah mempelajari video ini, maka saya mendapatkan bahwa....

  1. Raymond Gun: Saya baru mengetahui ternyata OSLER ini mirip dengan miniCex, namun dalam hal ini peserta didik diuji dari status pasien yang telah dibuat oleh peserta didik.
  2. Wiyogo:  dari video ini saya mengetahui bagaimana alur ujian OSLER dimana ujian OSLER prosesnya dari mengambil kasus, menulis status dan akan diuji secara lisan.
  3. Nur Ayuni: Saya baru tahu bahwa ujian OSLER adalah ujian yang mana kami harus memeriksa langsung pasien seperti ujian MiniCEX namun bedanya akan ada pembuatan status ujian dan ujian lisan dari penguji dari status ujian yang telah dibuat.
  4. Stefania Marlina Cono: Saya baru mengetahui bahwa pada ujian OSLER nantinya peserta akan langsung berperan sebagai dokter muda dan langsung berhadapan dengan pasien dan melakukan anamnesis, pf , pengobatan yang diberikan dan nantinya setelah itu disertai dengan ujian lisan sesuai dengan kasus yang dihadapi.
  5. Dian Priscilla Rantetoding: Saya baru tahu bahwa ujian osler dilakukan dengan lisan diakhir ujian ada sesi tanya jawab dengan dokter
  6. Stellon Salim: Saya baru tahu ujian osler dilakukan lisan diakhir ujian ada sesi tanya jawabnya dengan dokter
  7. Marliani Hanifah Mahmud : Saya baru mengerathui format ujian OSLER di bahagian IPD RSUD KOJA dibuat bagaimana.
  8. Nadia Syahirah: saya baru mengetahui mengenai ujian tersebut dan cara ujian dilaksanakan
  9. Nur Amira: “belum ada komentar”
  10. Jean Nadya Pracitaningrum : ““Dari video ajar dokter suzan mengenai ujian minicex, dops, cbd, dan osler saya jadi lebih mudah memahami bagaimana cara melaksanakan ujian-ujian tersebut. Video video ajar dokter suzan yang lain juga sangat membantu mahasiswa dalam mengerti dan memahami bagaimana memasang infus dan NGT dengan baik dan sesuai prosedur, bagaimana melakukan phlebotomy, dan apa aja saja indikasi-indikasi tindakan tsb. Melalui video ajar dokter suzan belajar dan menghafal jadi lebih mudah. Terimakasih dokter suzan”

VIDEO AJAR UJIAN MINICEX


VIDEO AJAR UJIAN MINICEX

https://www.youtube.com/watch?v=SGFpBUHc7YI&t=76s

Setelah mempelajari video ini, maka saya mendapatkan bahwa....
  1. Stefania Marlina Cono: Saya akhirnya mengetahui bahwa pada ujian MINICEX nantinya peserta ujian akan berperan sebagai dokter muda dan langsung berkomunikasi dengan pasien dan secara sendiri akan melakukan anamnesis,pf, keputusan klinis dan penanganan pasien dan nantinya akan diawasu langsung oleh penguji dan setelah ujian langsung diberikan penilaian hal yang kurang atau hasil dari performa ujian. .  
  2. Raymond Gun: Dalam video ini, konsulen dr Suzanna menilai kemampuan peserta didik berhadapan langsung dengan pasien dengan menanyakan keluhan hingga tatalaksana. Setelah selesai pemeriksaan, konsulen akan memberikan umpan balik pada peserta didik apa saja yang masih kurang termasuk keterampilan komunikasi dan penggunaan istilah medis yang akan disampaikan ke dalam istilah yang dimengerti oleh pasien
  3. Wiyogo:  Ujian mini cex : dari video ini saya jadi tahu apa saja yang dinilai saat ujian minicex
  4. Dian Priscilla Rantetoding: Saya baru tahu bagaimana pola ujiannya dan baru tahu bahwa penguji bisa langsung memberikan feedback secara langsung kepada mahasiswa setelah ujian mendapat feedback dari dokter konsulen yang mengobservasi.
  5. Stellon Salim: Saya baru tahu bagaimana pola ujiannya untuk Minicex
  6. Marliani Hanifah Mahmud : Saya melihat bagaimana dokter susan membimbing menganamnesis pasien secara benar dan bagaimana menanyakan durasi penyakit pada pasien yang sudah sering berobat.
  7. Nadia Syahirah: saya mengerti bagaimana ujian ini dilakukan
  8. Nur Amira: “belum ada komentar”
  9. Nur Ayuni: Saya baru tahu bahwa ujian Mini Clinical Evaluation Exercise (MiniCEX) bertujuan untuk menilai performance dari kami dengan menggunakan pasien yang sesungguhnya dengan situasi klinis yang sesungguhnya dan diakhir ujian, penguji atau dokter akan memberikan feedback secara langsung. Ujian ini sangat fleksibel dalam tempat dan waktu serta kami dapat berinteraksi dengan berbagai macam kasus..
  10. Jean Nadya Pracitaningrum : ““Dari video ajar dokter suzan mengenai ujian minicex, dops, cbd, dan osler saya jadi lebih mudah memahami bagaimana cara melaksanakan ujian-ujian tersebut. Video video ajar dokter suzan yang lain juga sangat membantu mahasiswa dalam mengerti dan memahami bagaimana memasang infus dan NGT dengan baik dan sesuai prosedur, bagaimana melakukan phlebotomy, dan apa aja saja indikasi-indikasi tindakan tsb. Melalui video ajar dokter suzan belajar dan menghafal jadi lebih mudah. Terimakasih dokter suzan”

VIDEO AJAR UJIAN DOPS


VIDEO AJAR UJIAN DOPS

https://www.youtube.com/watch?v=uRk0gdTYvfQ&t=93s

Setelah mempelajari video ini, maka saya mendapatkan bahwa....
  1. Nur Ayuni: Saya baru tahu bahwa ujian DOPS atau Direct Observation of Procedural Skills adalah ujian tindakan prosedural  bagi menilai keterampilan prosedur dan saat berinteraksi dengan pasien sambil di observasi oleh peguji. Antara tindakan prosedural tersebut adalah suntikan intravena, pemasangan NGT, pemasagan kateter dan lain-lain. Diakhir ujian, penguji akan memberikan feedback.
  2. Raymond Gun: Ujian DOPS: Saya baru tahu bahwa ujian DOPS disini untuk menguji keterampilan tindakan yang dilakukan oleh peserta didik yang diawasi oleh dr Suzanna. Keunggulan lainnya adalah peserta saat itu juga diberikan feedback setelah tindakan.
  3. Stefania Marlina Cono: Saya mengetahui dengan pasti bahwa pada ujian dops yang diuji adalah keterampilan prosedural dari peserta ujian dengan pasien seperti pemasangan kateter, pemasangan ngt dan penyuntikkan iv dan sebagainya yang nantinya  diawasi langsung oleh penguji dan setelah ujian langsung diberikan feedback tentang keterampilan procedural yang tadi dilakukan.  
  4. Wiyogo:  dari video ini saya jadi tau alur ujian DOPS yang menguji skill yang pernah diajarkan oleh konsulen.
  5. Dian Priscilla Rantetoding: Saya baru tahu bahwa ujian DOPS adalah untuk menguji skill mahasiswa saat melakukan prosedur tindakan dengn pasien dan langsung mendapat feedback dari dokter konsulen yang mengobservasi.
  6. Stellon Salim: Saya baru tahu bahwa ujian DOPS adalah untuk menguji skill mahasiswa saat melakukan prosedur tindakan dengn pasien
  7. Marliani Hanifah Mahmud : Saya mengetahui ujian DOPS dijalankan seperti apa.
  8. Nadia Syahirah: saya mengerti bagaimana ujian ini dilakukan
  9. Nur Amira: “belum ada komentar”
  10. Jean Nadya Pracitaningrum : ““Dari video ajar dokter suzan mengenai ujian minicex, dops, cbd, dan osler saya jadi lebih mudah memahami bagaimana cara melaksanakan ujian-ujian tersebut. Video video ajar dokter suzan yang lain juga sangat membantu mahasiswa dalam mengerti dan memahami bagaimana memasang infus dan NGT dengan baik dan sesuai prosedur, bagaimana melakukan phlebotomy, dan apa aja saja indikasi-indikasi tindakan tsb. Melalui video ajar dokter suzan belajar dan menghafal jadi lebih mudah. Terimakasih dokter suzan”