Tuesday, January 17, 2017

BIMBINGAN EKG IPD 16



BIMBINGAN EKG IPD 16 
Kamis, 12 January 2017


Disampaikan oleh :

dr. Suzanna Ndraha, Sp. PD, KGEH FINASIM



Diringkas oleh : 
Gloria Benthamy Siamiloy

Foto Gloria Benthamy Siamiloy.


EKG ( Elektrokardiogram)



Hal - hal yang perlu diperhatikan dalam mengiterpretasikan EKG adalah :

1. Irama dan Frekuensi


Hal yang pertama kali harus dilihat dalam membaca ekg adalah irama jantung, apakah irama sinus atau tidak. Irama jantung dikatakan irama sinus apabila :

- Gelombang P positif di lead II negative di aVR, selalu diikuti gelombang QRS
- Frekuensi jantung 60-100 kali/menit ( <60 bradikardi; >100 takikardi)
- PR Interval : 0.12-0.20 detik (sepanjang 3-5mm pada kertas EKG)
Durasi QRS < 0.10 detik


2. Normal Axis QRS

Dapat dilakukan dengan menghitung jumlah resultan defleksi positif dan negative QRS rata-rata dari lead I (sumbu x) dan lead aVF (sumbu Y). Gambar dibawah menunjukan axis jantung.






3. Gelombang P

- Paling jelas terlihat pada lead I dan II
- Tinggi < 2,5 mm pada lead II
- Lebar <0.11 s pada lead II
- Jika bentuknya tinggi lancip disebut P Pulmonale didapat pada hipertropy atrial kanan
- Jika gelombang melebar dari ukuran normal dengan puncak bergelombang dikatakan sebagai P Mitral didapat pada hipertrophy atrial kiri


4. Interval PR

P    Interval PR meliputi jarak atau garis lurus dari awal gelombang P sampai awal kopleks QRS. Normalnya 0,12 - 0,20 detik (3 - 5 kotak kecil). Jika interval PR memanjang, artinya ada blokade impuls. Misalnya, pada pasien dengan aritmia blok AV dan jika interval PR memendek didapatkan pada pasien dengan sindrom Wolf Parkinson White.


5. QRS Kompleks
 Normal QRS < 0,12 detik (3 kotak kecil). QRS abnormal terjadi pada :
  • RBBB : dikatakan RBBB apabila ditemukan m-shape, rsR/RsR pada V1-V2. Penyebabnya adalah pada penyakit paru kronik, CAD ( Coronary Arterial Dissease terutama pada right ventrikel) dan pada RVH. 
  • LBBB  :   ditemukan gelombang S yang dominan pada V1, ST-elevasi yang landai pada V1 dan V2. Penyebab LBBB adalah CAD (Coroner Arterial Dissease terutama pada left ventricle) dan LVH (contohnya pada hipertensi).
6. Segmen ST 

Normalnya segmen ST datar, pada garis isoelektrik. 2 kelainan yang terjadi pada segmen ST yaitu :
  • ST depresi : menandakan miokard iskemik atau efek dari digoksin atau hipertrofi ventrikular. sekiranya terjadi pada V2-V5, menandakan terjadinya Unstable Angina Pectoris (UAP). Pada UAP sebaiknya diberikan terapi yang adekuat untuk mencegah terjadinya infark.
  • ST elevasi : menandakan MCI akut atau LBBB. Ini sebabnya pada blokade jantung sulit dibedakan ada tidaknya infark.Sekiranya terjadi pada VI-V2, menandakan terjadi pada area anteroseptal, dan pada V1-V4 pada area anterior. 


7. Gelombang T

Terdapat dua kondisi pada gelombang T yaitu :



·        - Small, flattened, inverted T : terjadi pada iskemia, efek digoksin, LVH

·        - Tall T : terjadi pada hiperkalemi, CKD



Jadi ada 2 kondisi yang menunjukkan iskemia, yaitu inverted T dan ST depresi







No comments:

Post a Comment