Sunday, August 14, 2016

RINGKASAN BIMBINGAN IPD 13 : EKG


Dr. Suzanna Ndraha, Sp.PD, KGEH, FINASIM














Diringkas oleh : Aini Izzati binti Abd Gaffar













EKG terdiri daripada 12 sadapan yang diinterpretasi :


Dalam membaca EKG, kita mesti minimal menguraikan dan mengindentifikasi 8 hal :

1. Irama
2. Rate
3. Axis
4. Gelombang P
5. Interval PR
6. Kompleks QRS
7. Segmen ST
8. Gelombang T

________________________________________________________________________________


EKG Normal

Gelombang EKG normal terdiri daripada 

1. Irama

Irama jantung yang normal dikenal sebagai irama sinus. Ciri irama sinus adalah :
  • each P followed by QRS complex
  • P wave normal for the subject
  • P wave rate 60-100 bpm with <10% variation ; if >10% : arrythmia
Pada laju <60bpm, disebut sinus bradikardi dan >100bpm, disebut sinus takikardi. 
Irama yang terbentuk juga harus diperhatikan apakah reguler ataupun tidak dengan melihat gelombang R atau P. Interval R-R atau P-P harus sama/konstan. 

2. Rate (frekuensi/laju denyut jantung)

Ada beberapa cara menghitung rate pada EKG, yaitu :
  • 300/RR (kotak besar)
  • 1500/RR (kotak kecil)
3. Aksis
Aksis normal : gelombang positif pada sadapan I dan aVF
Aksis deviasi ke kiri (LAD) : gelombang negatif pada aVF dan positif pada I
Aksis deviasi ke kanan (RAD) : gelombang negatif pada sadapan I dan positif pada aVF

- RVH, PPOK

4. Gelombang P

Gelombang P paling jelas dibaca di sadapan I dan II. Pada gelombang P, terdapat 2 kelainan yang diperhatikan :
  • P-Pulmonale : gelombang P lebih tinggi dan lancip. Sering pada hipertrofi atria kanan dan pda kondisi hipertensi pulmonal. 
  • P-Mitral : gelombang P lebih lebar dengan puncaknya bergelombang. sering ditemukan pada kondisi gangguan katup mitral. 
5. Interval PR

Interval PR yang normal adalah 0.12s - 0.20s yaitu 3-5 kotak kecil
Interval PR memanjang didapati pada kondisi AV blok derajat 1 dan memendek pada sindrom WPW. 

6. Kompleks QRS

Kompleks QRS yang normal adalah <0.12s yaitu kira-kira 3 kotak kecil. 

Antara kelainan yang didapatkan pada kompleks QRS adalah kompleks QRS lebih besar, lebih lebar. Antaranya dapat terjadi pada kondisi ekstrasistol terbagi atas Ventricular extrasystole (VES) dan Supraventricular extrasystole (SVES). Akan ditemukan nadi prematur, yaitu nadi yang muncul lebih cepat dari biasanya. Jika VES muncul >5 kali dalam kiraan 1 menit, berisiko berlanjut ke VT dan VF lalu cardiac arrest. Pada blok Jantung :
        • RBBB - pada V1 dan V2 ditemukan m-shape, rsR/RsR. Sering disebabkan CAD, RVH (kelainan paru yang berlanjut efek ke jantung)
        • LBBB - pada V1 didapatkan gelombang S dominan dan pada V1,V2 didapatkan ST elevasi.
Pada kondisi hipertrofi :
      • LVH : R (V5,V6) + S (V1) = >35mm / >7 kotak besar. Ditemukan biasanya pada pasien hipertensi (HHD)
      • RVH : Dihitung rasio R/S pada :
        • V1 : > 1 (normalnya ke atas)
        • V5,V6 : <1 (normalnya ke bawah)
Dapat juga ditemukan Q patologis. di mana gelombang Q tidak diikuti R. Hal ini menandakan bahwa terdapat old MCI

7. Segmen ST

Normalnya segmen ST datar, pada garis isoelektrik. 2 kelainan yang terjadi pada segmen ST :
  • ST depresi : menandakan miokard iskemik atau efek dari digoksin atau hipertrofi ventrikular. sekiranya terjadi pada V2-V5, menandakan terjadinya UAP.
  • ST elevasi : menandakan MCI akut atau LBBB.Sekiranya terjadi pada VI-V2, menandakan terjadi pada area anteroseptal, dan pada V1-V4 pada area anterior. 
8. Gelombang T
  • Tall T : hiperkalemi, MI hiperakut
  • Small, flattened, inverted T : iskemia, efek digoksin, LVH  


No comments:

Post a Comment