Thursday, July 2, 2020

Pencegahan Covid-19 Dalam Kepaniteraan

Pencegahan Covid-19 Dalam Kepaniteraan


disampaikan oleh


dr Suzanna Ndraha SpPD KGEH FINASIM



diringkas oleh


Charlie Cleary Constantine C B., S.Ked.

31 Desember 2019, WHO menyatakan ditemukannya kasus baru kategori pneumonia yang belum diketahui penyebabnya di Wuhan, China. Hari ke hari jumlah kasus meningkat hingga adanya laporan kematian pada sejumlah daerah hingga akhirnya WHO menetapkan kasus ini sebagai Public Health Emergency of International Concern/Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (PHEIC/KKMMD) atau yang bisa di sebut pandemi. Di tanggal 12 Februari 2020, nama COVID-19 resmi digunakan untuk penyakit baru ini dengan virus penyebabnya disebut SARS-CoV-2.1


Gambar 1. Struktur Virus Corona

Pengenalan lebih lanjut terhadap Virus dapat diakses pada video dibawah ini.




Virus ini ditularkan pertama kali antara manusia dan hewan (zoonosis) karena mengalami spillover. Spillover ini dapat terjadi karena beberapa faktor, misalnya mutasi atau peningkatan kontak antara manusia yang memiliki virus corona.

 Selain zoonosis, penyakit ini juga menular antar manusia. Berdasarkan bukti ilmiah, covid-19 menular melalui droplet (yang keluar ketika kita batuk, bersin, atau menghembuskan napas) dan kontak erat, berbeda dengan tuberculosis atau TBC yang menular melalui udara atau airborne.1-3

Virus yang keluar bersama droplet menempel di permukaan benda, Pada permukaan benda ada waktu virus dapat bertahan dari beberapa jam hingga beberapa hari. Orang lain dapat tertular covid-19 bila bila menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang telah berkontak benda dengan droplet yang mengandung virus.2

Droplet yang dikeluarkan ketika batuk atau bersin dapat menempel pada benda berjarak satu meter. Oleh karena itu, penting untuk menjaga jarak satu meter satu sama lain.2 Ketika kita tahu bagaimana virus ini menular maka perlu kita ketahui kategori mana orang yang beresiko tertular dan menularkan.

Penduduk yang tinggal atau dengan riwayat bepergian ke daerah terjangkit dalam waktu 14 hari terakhir berpotensi tinggi tertular dan menularkan zona yang dimaksud adalah zona merah zona kuning pada pembagian zona.2 selain itu, orang yang berkontak erat dengan pasien covid-19, termasuk petugas kesehatan dan pelaku rawat pasien, juga berisiko tinggi.1

Pada orang dewasa dan anak-anak dengan sistem imun yang baik menunjukkan gejala ringan (flu like illness, sakit kepala, atau keluhan gastrointestinal) bahkan asimtomatik atau biasa disebut orang tanpa gejala (OTG).4-7 namun, golongan ini dapat menjadi carrier atau pembawa virus dan menyebarkannya ke kelompok rentan.

 Pada kelompok rentan, gejala dan komplikasi yang ditimbulkan sangat parah, bahkan dapat menyebabkan kematian.2 kelompok rentan yang dimaksud adalah2:

·        Golongan berusia lebih dari 50 tahun keatas.

·    Orang dengan penyakit medis sebelumnya (komorbid), seperti Hipertensi, penyakit jantung, penyakit paru, kanker, atau diabetes.

·   Orang dengan imunokompromi, seperti pasien kemoterapi dan orang dengan hiv dan aids (odha).

Dalam hal ini dibutuhkan pencegahan dalam masa kepaniteraan karena masuk dalam kategori besiko tinggi untuk terkena covid-19. Pencegahan apa saja yang dapat kita lakukan dalam menjalani kegiatan kepaniteraan. Akan saya ilustrasikan dalam beberapa poster di bawah ini:

Gambar 2. Gejala Covid-19
      
Gejala Covid-19 dapat dilihat pada ilustrasi diatas, sebagai seorang calon kepaniteraan penting untuk dapat mengenali gejala pada covid 19 yang sampai saat ini mirip dengan gejala flu biasa sehingga ketika memulai kepaniteraan kita tidak boleh menyepelekan gejala-gejala tersebut. Ingat selalu waspada dengan gejala-gejala ringan diatas. Lebih lengkap lagi dapat kita lihat pada video dibawah ini sebagai ilustrasi gejala Covid-19 dari hari ke hari.




 Gambar 3. Proses Penularan

Penting bagi kita untuk mengetahui proses dari penularan covid-19  sehingga kita menjaga diri kita dari panjanan covid-19 dapat dilihat pada ilustrasi diatas bagaimana proses penularannya.



Gambar 4. Pencegahan Penularan

Sebagai calon kepaniteraan pencegahan sangatlah penting bukan hanya menjaga diri sendiri namun perlu pula menjaga orang lain ilustrasi diatas perlu diingat dan di jalankan karena protocol kesehatan yang baik harus di mulai dari diri sendiri sehingga seluruh protocol tersebut dapat di jalan kan oleh masyrakat umum. namun ada pencegahan yang lebih spesifik untuk para calon kepaniteraan di mulai dengan cara cuci tangan yang benar seperti ilustrasi dibawah. Penting untuk diingat mencuci tangan adalah hal wajib dengan cara yang benar standart WHO yaitu 6 langkah cuci tangan.


Gambar 5. Langkah-Langkah Cuci Tangan

Video dibawah ini adalah langkah-langkah cuci tangan.



Gambar 6. Masker Untuk Semua

Perlu kita ingat bahwa kita membutuhkan pelindung ibarat perang kita membutuhkan senjata dalam hal ini masker adalah senjata utama kita untuk melindungin diri kita dari covid-19 yang sifat penyebaran nya droplet jadi, "masker untuk semua harus" sering kita ingatkan pada selurah aspek masyarakat.

        Masker sendiri ada beberapa kategori yang perlu kita ketahui sebagai seorang calon kepaniteraan mana saja masker yang terbaik yang dapat kita gunakan dan orang lain dapat gunakan, dapat dilihat pada ilustrasi dibawah ini.


Gambar 7. Perbedaan Masker

Untuk calon kepaniteraan disarankan bukan hanya menggunakan masker medis namun masker N95 atau setara dengan APD LEVEL 2 ketika kita ditempatkan di rumah sakit, untuk dapat menjaga diri dan melindungi diri sendiri, dibawah ini adalah ilustrasi APD serta pembagiannya.



Gambar 8. Gunakanlah APD


Gambar 9. APD Level 1

Gambar 10. APD Level 2

Gambar 11. APD Level 3

Gambar 12. Cara memasang APD Level 3

Gambar 13. Cara Melepaskan APD Level 3


Perlu diperhatikan bahwa pemakain APD yang benar saja belum cukup perlu ditambah sebagai calon kepaniteraan untuk dapat melakukan pelepasan yang benar untuk menjaga diri.




Dari video diatas memudahkan kita untuk dapat memasang dan melepaskan APD dengan baik dan benar.

Ini adalah ilustrasi bagaimana membuang masker yang benar.



Gambar 14. Cara Membuang Masker


Selain itu bagi mahasiswa kepaniteraan yang menggunakan kendaraan umum perlu juga untuk menaati protokol kesehatan. Hal ini dikarenakan Covid-19 dapat terkena bukan hanya pada kegiatan kepaniteraan  namun dalam perjalanan pulang pencegahan dalam perjalanan perlu dilakukan dapat dilihat pada ilustrasi dibawah ini.



Gambar 15. Pencegahan di Kendaraan Umum


Setalah tugas kepaniteraan selesai pencegahan tetap harus di jalankan hingga sampai ketempat tinggal kita masing-masing dengan melakukan hal-hal seperti ilustrasi dibawah ini.



Gambar 16. Pencegahan Setelah Bepergian

Sebagai seorang mahasiswa kepaniteraan menjaga daya tahan tubuh adalah hal yang wajib seperti sebuah kata-kata bijak "Mulailah dari merawat diri anda sendiri sebelum anda merawat orang lain".

Dapat dilihat pada ilustrasi dibawah kegiatan apa saja yang kita harus lakukan ketika sudah berada di tempat tinggal kita.
Gambar 17. Menjaga Daya Tahan Tubuh


Baik terakhir saya sebagai penulis ingin memberikan beberapa tips sebelum membeli dan mengonsumsi produk obat dan makanan.

Gambar 18. Cek KLIK

Makanan yang sehat dan aman sangat baik dalam menjalankan kepaniteraan.



Gambar 19. Pilih Pangan Olahan Aman

 Video dibawah ini adalah webinar yang perlu saya bagikan kepada seluruh mahasiswa kepaniteraan karena gizi yang sehat sangat penting dalam menjalankan kepaniteraan dimanapun anda akan bekerja nanti.



Daftar Pustaka

1.     Isbaniah F, Saputro DD, Sitompul PA, Manalu R, Setyawaty V, Kandun IN, dkk. Pedoman pencegahan dan pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Jakarta: Kementeran Kesehatan RI; 2020.

2.     1Q&A on coronaviruses (COVID-19) [Internet]. [dikutip 02 Juli 2020]. Tersedia pada: https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses

3.     van Doremalen N, Bushmaker T, Morris D. Aerosol and Surface Stability of SARS-CoV-2 as Compared with SARS-CoV-1. N Engl J Med. 2020;

4.     Rothe C, Schunk M, Sothmann P, Bretzel G, Froeschl G, Wallrauch C, Zimmer T, Thiel V, Janke C, Guggemos W, Seilmaier M, Drosten C, Vollmar P, Zwirglmaier K, Zange S, Wölfel R, Hoelscher M. Transmission of 2019-nCoV Infection from an Asymptomatic Contact in Germany. N Engl J Med. 2020;382(0):970.

5.     Familial Cluster of Infection Associated With the 2019 Novel Coronavirus Indicating Possible Person-to-Person Transmission During the Incubation Period | The Journal of Infectious Diseases | Oxford Academic [Internet]. [dikutip  02 Juli 2020]. Tersedia pada: https://academic.oup.com/jid/advance-article/doi/10.1093/infdis/jiaa077/5739751.

6.      Presumed Asymptomatic Carrier Transmission of COVID-19 | Global Health | JAMA | JAMA Network [Internet]. [dikutip  02 Juli 2020]. Tersedia pada: https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2762028.

7.     Clinical characteristics of 24 asymptomatic infections with COVID-19 screened among close contacts in Nanjing, China. - PubMed - NCBI [Internet]. [dikutip  02 Juli 2020]. Tersedia pada: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/32146694.

 

        Akhir kata saya sebagai penulis berterima-kasih kepada dr. Suzanna Ndraha, SpPD, KGEH, FINASIM yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk dapat mengambil bagian kecil dalam blog yang sangat istimewa ini saya harap kepada pembaca dapat memberikan saran dan komentar dan terakhir mohon maaf jika dalam penyusunan masih terdapat kesalahan.

2 comments:

  1. Terimakasih sekali, sungguh postingan yg sangat bagus dan membangun, isinya sangat lengkap dan sungguh menarik, menggunakan gambar serta video sehingga sangat membantu dalam memahami, isinya juga sangat padat dan langsung rangkuman dari berbagai sumber sumber yg sangat baik. Terimakasih banyak! Terus semangat berkarya

    ReplyDelete
  2. mari gabung bersama kami di Aj0QQ*c0M
    BONUS CASHBACK 0.3% setiap senin
    BONUS REFERAL 20% seumur hidup.

    ReplyDelete